Majelis Ayah: Menepi sejenak dari tugas utama (3) - Pengetahuan, Kisah, dan Estetika

Majelis Ayah: Menepi sejenak dari tugas utama (3)

Share:

Mengilmui sebagai Kewajiban yang Tak Bisa Dihindari

Pada bagian akhir pembahasan, kembali ditekankan bahwa setiap orang tua, terutama ayah membutuhkan ilmu dalam menjalankan amanahnya. Banyak hal dalam kehidupan rumah tangga sebenarnya bukan sulit, tetapi menjadi sulit karena tidak diilmui. Ketika tidak mau belajar, seseorang akan terus merasa kurang, bingung, dan tidak tahu harus memulai dari mana.

Sistem pendidikan anak yang digunakan di banyak lembaga, termasuk Kuttab, sesungguhnya “memaksa” orang tua untuk ikut belajar. Misalnya dengan BBO (Belajar Bersama Orangtua). Bagi sebagian ayah, hal ini terasa seperti beban berat. Banyak ayah mengaku hanya tahu letak tanda tangan dalam BBO, tetapi tidak benar-benar mengetahui apa yang sedang dipelajari anak pekan itu. Apa fokus materinya, keterampilan apa yang sedang dibangun, dan apa yang bisa diperkuat di rumah, itu semua itu kerap tidak diketahui.

Padahal, peran ayah tidak terletak pada banyaknya kata-kata, tetapi pada kekuatan pesan yang sedikit namun tepat sasaran. Satu kalimat dari ayah bisa menjadi dukungan besar bagi anak, jauh lebih dalam dibandingkan rangkaian nasihat panjang.


Peran Ayah yang Sering Terlupakan

Ada fase ketika seorang ayah terasa diam, jarang menjelaskan, jarang menasihati panjang lebar. Namun justru karena sifat ini, efek dari setiap kalimat ayah sangat kuat. Di dalam Al-Qur’an, dialog antara orang tua dan anak disebutkan sebanyak tujuh belas kali, dan yang paling banyak dicontohkan adalah dialog antara ayah dan anak.

Ini menunjukkan bahwa ayah memiliki peran komunikasi yang khas dan tidak tergantikan. Ia tidak harus banyak bicara, tetapi ketika berbicara, kata-katanya menyimpan bobot kepemimpinan dan kasih sayang yang mendalam. Model pengasuhan ini menegaskan bahwa ayah bukan sekadar pihak kedua setelah ibu, tetapi figur sentral yang menjadi rujukan nilai, keberanian, dan arah hidup bagi anak.

klik dokter


Tidak ada komentar

Terima kasih telah berkunjung, terus dukung kami, jangan lupa klik iklan sebagai tanda kunjungan. Mari saling menghargai.